kisah itu di mulai pada suatu malam ketika........."""!!!???
ketika langit menjulurkan malam pernak pernik di lapangnya langit hitam. dari bilik bilik awan nampak kerlap kerlip bintang dan bulan, menjadikan kesempurnaan sang malam,
lukisan malam tuhan yang begitu cantik ini tak pernah bisa ku pandang dengan mata telanjang dan hanya bisa ku dengar dari orang yang menyayangi kebutaanku.
aku tiya semenjak lahir aku belum di beri kesempatan oleh tuhan untuk menatap dunia, gelap adalah sudut pandangku
sejauh apapun mata mamandang hanya kepekatan dan bayang" semu kehidupan yang ku dapat.
meskipun dalam keadaan buta,
aku sangat bersyukur karena aku di anugerahi seorang kakak yang teramat sangat menyayangiku.
villa, peremuan dewasa yang membuat hidupku menjadi lebih sempurna dan membuatku lupa akan kebutaan ku.
selama 24 jam kak villa selalu ada untuk menemani kesunyian dan keterbatasan takdirku.
kita mempunyai rutinitas pada malam hari yaitu menatap langit langit.
aku tak pernah tahu bagaimana keindahan dewi malam seperti yang selalu di ceritakan kak villa.
yang ku tahu hanyalah kegelapan.
Disini aku hanya menjadi pendengar keindahan.
setiap kali aku bertanya bagaimana keadaan langit malam ini kak...?????
pasti jawaban yang aku peroleh adalah begitu indah sesekali kak villa memberi gambaran tentang keindahan dewi malam"
panorama malam memperkuat rasa penasaran yang abstrak.
menjadikan aku seorang yang iba,
butir butir air mata seakan memaksa untuk turun membasahi wajah kecilku
aku mencoba membunuh kesunyian di antara kita berdua. dengan tanyaku.
aku: "kak kapan aku bisa melihat??
tya pengeeen banget melihat keindahan malam seperti yang kak villa ceritakan.!!!
setiap waktu yang tya lihat hanya hitam pekat tanpa ada bulan dan bintang.
bulan itu gimana sih kak ..??
bintang juga ...??
kak villa ; suatu saat adek pasti bisa melihatnya.!!!
malam ini bulan dan bintang memberi salam untuk adek !!!
dek coba pegang mata kakak..! sambil menuntun tangan ku menjamah mata kak villa
jika terapi yang setiap hari adek jalani tak kunjung membuahkan hasil maka suatu saat kakak pengen nitip 2 bola mata kakak ini ke adek.
muka polos yang penuh dengan rasa kebingungan.
maksutnya kaak...!!?
suatu saat adek akan tahu maksud kakak
kak villa seakan mengusir kebingungan yang bersarang dalam benakku dengan kebiasannya bercerita tentang langit malam.
hari demi hari kulalui.
rasanya 6 bulan sudah aku menunaikan kewajiban ku untuk terus menyambangi dokter terapi di rumah sakit.
tapi entah mengapa terapi yang ku jalani tak ujung membuahkan hasil.
saat ini aku adalah orang yang paling pesimis untuk tetap menjalani hidup.
kak villa lah orang yang membuatku selalu tegar menjalani takdirku.
"suatu saat kamu pasti bisa melihat"
kata kata ini seakan tak pernah absen dari mulut kak villa
siang itu rasanya kaget setengah mati saat kak villa memberi kabar yang entah baik atau buruk bagi diriku
kak villa : "besok kita operasi dek"
aku : besok kak tapi aku takut kak
kak villa : iya besok dek tak perlu takut tya siap kan untuk melihat keindahan dunia
aku : siap kak sangat sangat siap hehehe dengan raut wajah yang seperti orang yang mendadak paling bahagia
seakan aku ingin agar hari ini berjalan cepat menjadi esok
cita cita ku untuk dapat melihat keindahan dunia rasanya kian dekat.
hingga tak kusadari malam telah jatuh
seperti biasa aku kembali melalukan rutinitas malam ku bersama kak villa
kak villa : dek besok apa yang adek cita citakan akan tercapai besok tya dapat melihat keindahan malam dan kakak tak perlu lagi menggambarkan keindahanya
aku; rasanya aku sangat tidak sabar kak
saat ini aku adalah orang yang paling bahagia
kak villa : kalau seandainya besok kakak tidak bisa menemani malam" tya lagi dan tidak berada di samping tya lagi apa yang tya rasakan.?
aku : kak villa bicara apa sih kak jangan membuat ku menjadi orang yang paling bahagia lalu membuatku menjadi orang yang teramat sedih dong kak...
kak villa : hehehe enggak dek kakak bercanda
lirih lirih suara tangis yang terbalut oleh senyum terdengar dari diri kak villa
ya sudah ayo kita tidur kamu butuh badan yang segar untuk siap menjalankan operasi.
kak villa mulai menuntun tangan ku
menuju tempat tidurku tanpa
tanpa butuh waktu panjang aku segera tidur
malam tergulung oleh terik fajar pagi dan mataharipun mulai mengintip di balik celah gunung
hari ini adalah hari yang ku nanti nantikan sepanjang hidupku
ayo dek
kak villa menuntun tangan ku menuju mobil
ku nikamati perjalanan ku menuju rumah sakit aku yakin hari ini tuhan mengizinkanku untuk bisa melihat
dengan di dampingi kak villa.
di dalam mobil aku banyak bercanda tawa, menambah rasa semangat ku untuk bisa menyaksikan keindahan dunia
ketika sesampainya di rumah sakit
aku di sambut sapaan dari dokter terapi ku
"selamat pagi tya"
"kamu siap untuk di operasi" tanya dokter
"sangat tidak sabar dok" jawabku
"kalau begitu ayo kita wujudkan keinginanmu untuk bisa melihat dunia"
dokter menuntun tangan ku menuju kursi roda
kak villa mulai mendorong kursi rodaku
"tya kakak minta maaf kalau selama ini kakak punya salah"
aku tak tahu apa maksud dari permintaan maaf kak villa
yang aku tahu jantung ini berdetak begitu kencang saat aku memasuk ruang operasi
suntikan suntikan yang tertancap dalam tubuh ku membuatku tak sadar
mungkin ini awal dari serangkaian operasi mata ku
aku terbangun dari tidur singkat ku
mungkin efek obat biusku sudah hilang
mataku di tutupi oleh kain kain perban
lirih lirih terdengar suara sepertinya itu suara dokter
"tya kamu siap melihat tanya dokter" "sangat siap dok jawab ku"
dokter pelan-pelan membuka perban ku
"coba kamu buka perlahan mata kamu” dokter menyarankanku
mulai perlahan kubuka dan yang kulihat samar-samar tak jelas
“bagaimana ?” tanya dokter. Penglihatan ku mulai jelas.
“yeh.. aku bisa melihat..”
operasi ini berhasil…”
"terima kasih dokter ucapku dengan senyum kegirangan''
rasa bahagia yang tak bisa tergambarkan dengan kata kata seakan menjadi juara nomor 1dalam turnament kelas internasional
aku melihat ke sekeliling ruangan
rasa penasaran ingin melihat orang yang selalu merawatku aku pun bertanya kepada dokter
"mana kak villa dok"
"kakak ku villa mana dok" mengulangi pertanyaanku tetapi dokter tak memberi jawaban hanya tatapan kosong dari kedua matanya saja yang ku peroleh,
"mana dok dokter tetap diam" semakin penasaran di buatnya
"dokter mana kakak ku villa dook"
dokter mulai membuka mulutnya yang di tumbuhi bulu tipis di atasnya
"mana dokter jangan membuat ku penasaran dook"
"maaf tya kami gagal"
"gagal bagaimana dok apa maksud dokter" aku mulai bingung mendengar jawaban dokter
"sebenarnya apa yang terjadi dok" tanyaku
dokter mulai menjelaskan awal dari serangkaian operasi ini
dan ternyata bola mata ini bukan bola mata ku sendiri tetapi bola mata kak villa,
kak villa mendonorkan dua bola matanya untuk ku
"maaf kan kami kami tidak bisa membantu kakakmu untuk bisa hidup"
mendengar perkataan dokter
seakan memakasa air mata turun bercucuran dari kedua bola mata kak villa yang kini ada dalam tubuhku
"mana dia dok kakak ku villa ada di mana aku ingin melihatnya dok ada di mana dia"
"kakakmu ada di kamar jenazah "
aku beranjak dari ranjangku aku berlari menuju kamar jenazah aku sangat ingin melihat orang yang paling menyayangiku aku ingin melihat orang yang paling nekat orang yang rela berkorban demi orang yang dia sayang
memasuki ruang jenazah
hujan air mata membasahi setiap lekuk wajah ku
aku melihat wajah kak villa yang begitu cantik
""kak villa kenapa kak villa begitu tega dengan diri kakak sendiri"
""kak bangun kak tya lebih baik buta dengan kebahagian dari pada melihat dengan penuh kesepian jika aku tahu akhir dari semua ini,
aku tak akan mau melakukan serangkaia operasi gila ini aku menyesal aku sangat menyesal.
lima bulan berlalu, aku masih merasakan kesunyian yang sama, rasanya masih seperti awal saat kehilangan kak villa
aku teringat ketika kak villa berkata kepadaku bahwa suatu hari dia akan menitipkan dua bola matanya kepadaku.
senja berganti malam
langit mulai menjulurkan malam
bintang bintang sibuk bertebaran.
kini aku tahu aku melihat aku merasakan keindahan sang malam bagiku malam adalah ratu keindahan dari waktu" yang ada,
dan sampai saat ini aku masih merasakan bayang" kak villa duduk menemani kesunyian malam"ku.
akan selalu ku jaga dengan baik apa yang kakak titipkan kepadaku apa yang kakak korbankan demi diriku
sampai cerpen ini di tulis aku masih tetap menyimpan rasa sesal begitu dalam pada diriku sendiri betapa bodoh nya diriku kenapa aku mau untuk di operasi tanpa ku tahu bahwa pendonor ku adalah kakak ku sendiri
kak villa kau orang yang begitu hebat kau orang yang nekat rela berkorban demi orang yang kau sayang.
terima kasih kak kau telah menyayangiku melebihi rasa sayangmu pada dirimu sendiri.
kau selalu ada dalam malam ku
kau masih menemaniku dengan mata indahmu.



